Mesin Label Botol

Mesin Label Botol | Harga Mesin Labelling Manual & Otomatis

Sejarah dan Fungsi sebuah Kemasan dan Pelebelan

Sebuah teknologi yang dapat melindungi produk pada saat didistribusikan, penjualan, dan untuk digunakan adalah kemasan. Kemasan ini fokus pada desain, evaluasi dan produksi paket. Kemasan ini juda idgunakan sebagai alat yang mampu untuk mempersiapkan barang yang siap untuk dikirimkan, disimpan di dalam gudang, dan pada saat penjualan. Benda ini juga dapat melindungi, menjaga, mengangkut, ke beberapa daerah dan negara.

Sejarah Kemasan & Pelabelan

Kemasan ini pertama dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti alang-alang, kantong kulit, kotak kayu, vas, keramik, tong, tas anyaman, dan masih banyak lagi. Namun setelah memasuki era modern, seorang insinyur Inggris bernama Andrew Yarrantong dan Ambrose Crowley membuat sebuah metode kemasan baru yang menggunakan palt besi dengan cara melapisinya dengan timah.

Lalu, seiring berkembangnya zaman, kemasan ini dibuat dengan menggunakan kaleng. Dengan ditemukannya waha yang kedap akan udara dan dapat mengawetkan makanan, Nicholas Appert yang menemukan kemasan ini, mengolah kaleng timah mendaha sebuah kemasan. Ia membuat hak paten akan penemuannya ini. namun, Nicholas tidak menggunakan kemasan ini untuk mewadahi produknya sendiri, namun ia menjualnya. Oleh Bryan Donkin dan John Hall, didirikan pabrik pembuat kemasan kaleng ini dan memproduksi produk-produk yang berkemasan kaleng untuk Royal navy.

Perkembangan kemasan kaleng ini juga menimbulkan penemuan pembuka kaleng, yang ditemukan oleh Robert Yeates. Pembuka kaleng pertama kali berbentuk sendok garpu. Selanjutnya, alat ini dikembangkan lagi dengan menambah sebuah alat pembuka kaleng yang dapat digunakan dengan menggunakan tangan.

Setelah kemasan berbahan kaleng, selanjutnya ditemukan kemasan yang terbuat dari kertas. Kemasan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1839 yang berbentuk gelombang dan memiliki hak paten pada tahun 1856. Kotak karton ini pertama kali diproduksi besar-besaran pada tahun 1890. Bentuknya dapat dilipat ke dalam kota dan berbentuk tas kertas. Penemunya menyadari bahwa dengan memotong dan melipat kertas karton ini dapat memudahkan mengemas produk-produk makanan.

Pada abad ke-20, mulai ditemukan kemasan berbentuk botol, plastik transparan, dan panel pada kartin untuk membuatnya lebih simple dalam mengolah dan meningkatkan keamanan makanan. Sebagai bahan tambahan, aluminium dan beberapa jenis plastik dikembangkan sebagai penutup kemasan ini.

Tujuan dari Kemasan dan Pelebelan

Dengan adanya penemuan kemasan-kemasan ini, tentu memiliki tujuan yang begitu penting. Pertama, kemasan akan melindungi benda yang tertutup pada sebuah paket secara fisik dari getaran dan sengatan listrik. Kedua, kemasan dibuat untuk melindungi dari penghalang masuknya oksigen, uap air, debu dan beberapa elemen lain yang juga dibutuhkan oleh paket-paket tersebut. beberapa paket memang memiliki peredam oksigen untuk mengawetkan makanan yang dikemas. Oksigen juga dapat menjaga isi dalam kemasan tersebut untuk tetap bersih, segar, steril, dan aman. Selain itu

Pelabelan juga memiliki tujuan supaya paket dapat dilacak dengan menggunakan nomer seri. Pelabelan juga akan menentukan kadaluwarsa sebuah kemasan makanan, obat-obatan, dan beberapa bahan kimia lainnya yang berbentuk singkatan dan simbol-simbol.

Selanjutnya, kemasan yang diberi lebel akan digunakan untuk memasarkan produk kepada pembeli. Desain grafis dan fisik sangat penting demi perkembangan makanan dan produk-produk lainnya. Rata-rata, kemasan didesain semenarik mungkin dan identik dengan merek serta identitas produk tersebut.

Keamanan sebuah kemasan juga sangat penting untuk mengurangi resiko pada saat pengiriman barang. Paket didesain dengan tingkat keamanan dan ketahanan dalam mencegah gangguang-gangguan pada saat pengiriman. Kemasan sebuah paket juga dibuat untuk mengurangi tindak pencurian dan penjualan kembali. Semua pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan teknologi anti pmelasuan dan memiliki segel yang menggunakan kode keamanan.

Kemasan juga dibuat memiliki fitur kenyamanan pada saat paket akan didistribusikan, ditumpuk, digunakan, dikeluarkan, dan didaur ulang. Kontrol dosis juga memiliki jumlah memiliki fitur pengontrolan saat penggunaan kemasan tersebut. Dalam membuat kemasan seaman dan senyaman mungkin, produsen akan memiliki nomer seri khusus dan akan dikontrol pada pengecekan barang.

Semua hal yang dilakukan akan mencegah barang tidak mudah rusak, tahan lama, aman, dan terkendali pada saat kemasan atau paket dikirim ke beberapa titik untuk dipasarkan dan dijual. Dengan memiliki desain khusus, akan membuat paket atau kemasan memiliki ciri khas masing-masing.

Mesin Label Botol Manual & Otomatis

Astro menjual mesin coding & mesin labelling untuk keperluan cetak label, cetak kode tanggal produksi atau kadaluarsa, beserta spare part & suku cadangnya.

Mesin Cetak Kode & Label Solid Ink

Solid Ink Pronter Code & Labelling
Harga Rp 8.000.000
ModelMY-380 F/W
Ukuran Cetak6-25 Cm
Working Temparure50-100C
Power180 watt / 220/50Hz
Dimensi Luar Mesin(cm)Panjang44
  Lebar46.5
  Tinggi30
Berat Mesin28 Kg
Aplikasi PelebalenMenggunakan Tinta
Sistem KerjaSemi Auto
Mesin Pad Printing DDYM-520A
Harga Rp 3.375.000
ModelDDYM-520A
Kecepatan Produksi3.600 times/jam
Modul KerjaElectromotive
Power180 watt / 220/50Hz
Dimensi Luar Mesin(cm)Panjang60
  Lebar38
  Tinggi61
Berat Mesin40 Kg
Area Cetak15×50 mm
Tinggi Cetak38 cm
Mesin Pad Printing DDYM-520B
Harga Rp 3.500.000
ModelDDYM-520A
Kecepatan Produksi3.600 times/jam
Modul KerjaElectromotive
Power180 watt / 220/50Hz
Dimensi Luar Mesin(cm)Panjang60
  Lebar38
  Tinggi61
Berat Mesin40 Kg
Area Cetak15×50 mm
Tinggi Cetak38 cm

Mesin Label Botol Manual

Mesin Bottle Labelling Astro
Harga Rp 17.500.000
ModelMT-50
Ukuran LabelLebar 0.8-15cm

Panjang 1.5-31cm

Kecepatan Label20-50pcs/min
Power120 watt / 220/50Hz
Dimensi Luar Mesin(cm)Panjang65
  Lebar45
  Tinggi45
Berat Mesin25 Kg
Diameter Botol2-12cm
Akurasi Label< 0.5mm

Mesin Label Botol

Kesehatan menjadi faktor yang penting bagi industri makanan. Kebersihan, higienis adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah produk makanan, yang tak kalah penting adalah tanggal kadaluarsa. Hal ini penting, sebab setiap makanan memiliki daya tahan masing-masing. Maka penerapan expiry date di bagian kemasan menjadi penting, bila tidak dicantumkan, bisa-bisa anda berurusan dengan YLKI.

Keterangan umur simpan (masa kadaluarsa) produk pangan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada label kemasan produk pangan. Pencantuman informasi umur simpan menjadi sangat penting karena terkait dengan keamanan produk pangan dan untuk memberikan jaminan mutu pada saat produk sampai ke tangan konsumen.

Undang-undang telah mengatur mengenai kewajiban mencantumkan masa kadaluarsa. Hal itu diatur dalam Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996 BAB IV tentang LABEL DAN IKLAN PANGAN, Pasal 30 yang berbunyi:

  • Setiap orang yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.
  • Label, sebagaimana yang dimaksud ayat (1), memuat sekurang-kurangnya keterangan mengenai:
    1. Nama produk;
    2. Daftar bahan yang digunakan;
    3. Berat bersih atau isi bersih;
    4. nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia;
    5. keterangan tentang halal; dan
    6. tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa

serta Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1999, BAB II tentang LABEL PANGAN, yang berbunyi:

Pasal 2

  • Setiap orang yang memproduksi atau menghasilkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan wajib mencantumkan Label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.
  • Pencantuman Label sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mudah lepas dari kemasannya, tidak mudah luntur atau rusak, serta terletak pada bagian kemasan pangan yang mudah untuk dilihat dan dibaca.

Pasal 3

  • Label sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berisikan keterangan mengenai pangan yang bersangkutan.
  • Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya.
  1. nama produk;
  2. daftar bahan yang digunakan;
  3. berat bersih atau isi bersih;
  4. nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia;
  5. tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa.

Mengingat label kadaluarsa telah “dilindungi” oleh dua peraturan, maka pencantumannya menjadi sangat penting dan perlu diperhatikan dengan seksama. Tentunya anda tidak ingin terkena masalah hokum bukan? Bila anda pelaku usaha makanan kemasan, maka anda perlu berinvestasi pada mesin labelling expiry date keluaran astro mesin. Astro mesin memiliki dua jenis mesin label, manual (hand model) dan otomatis (electric model). Semua tergantung kebutuhan. Keunggulan mesin expired date keluaran astro adalah:

  1. Mudah pengoperasian.
  2. Mudah perawatan.
  3. Tersedia suku cadang.
  4. Terbuat dari stainless steel sehingga awet dan tahan lama.
  5. Karena awet maka nilai penyusutan alat menjadi kecil, sehingga memperbesar marjin keuntungan anda.
  6. Dapat digunakan pada berbagai bahan
  7. Meningkatkan efisiensi produksi

Bisnis anda perlu ditunjang dengan mesin label ini sebab mesin ini mampu mengoptimalkan manajemen bisnis anda. Dilengkapi dengan mesin barcode dan barcode scanner, maka pembukuan perusahaan anda akan menjadi lebih rapi rapi dan detail sehingga meminimalisir kesalahan pembukuan.

Kode produksi, tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa, ditambah dengan barcode harga adalah menjadi satu kesatuan dalam bisnis makanan dewasa ini. Di alam bisnis yang kompetitif seperti ini adalah sebuah keharusan bagi sebuah perusahaan untuk senantiasa meningkatkan efisiensi. Maka berinvestasi pada mesin-mesin penunjang efisiensi dan produktivitas adalah sebuah langkah bijak yang harus diambil. Bagaimana dengan anda?